Tahun: 2020

  • Masyarakat Menjadi Korban Dari Perselisihan Korea – Seperti yang anda ketahui korea sudah terbagi menjadi dua bagian yaitu selatan dan utara. Kedua bagian tersebut sudah memiliki pemimpin masing-masing sekarang ini. Dari jaman dahulu banyak masyarakat dunia sudah tahu bahwa keduanya pecah karena beberapa perbedaan ideologi. Dan lagi masing-masing bagian tersebut ditunggangi oleh kekuatan negara lain yang bertujuan ingin menguasai. Masyarakat Menjadi Korban Dari Perselisihan Korea Walapun masih menggunakan nama yang sama, keduanya memiliki bendera dan aturan pemerintah yang berbeda. Sejak perpecahan tersebut banyak masyarakat menjadi korban. Banyak rakyat terpisah dengan keluarganya hanya karena pembagian wilayah kekuasaan. Seperti sebelumnya kami informasikan pernah ada seorang ibu yang bertemu dengan anaknya setelah puluhan tahun terpisah karena perpecahan kedua negara tersebut. Setiap tahunnya memang Korea selatan dan utara menjanjikan program pertemuan kepada keluarga yang terpisah. Namun program ini hanya untuk orang-orang terpilih. Program ini diadakan karena memang kedua negara tersebut tidak membebaskan masyarakat melakukan keluar masuk negara keduanya. Tidak mudah bagi orang selatan masuk ke utara dan sebaliknya. Negara yang harusnya berkembang bersama menjadi negara maju dan kuat hanya sebuah impian. Perdamaian keduanya belum memungkinkan untuk keduanya menjadi bersatu lagi. Perpecahan Menjadi Mimpi Buruk Masyarakat Sejarah perpecahan korea sudah menjadi sebuah hal umum yang dibicarakan publik. Mungkin beberapa dari kalian tidak tahu jelas apa permasalahannya sampai bisa berlarut-larut. Untuk lebih mengetahui jelas, kalian bisa membaca berbagai artikel sebelumnya tentang sejarah perselisihan ini. Dengan itu kalian akan paham mengapa keduanya bisa terpecah. Keduanya memiliki aturan kepemerintahan masing-masing. Dan untuk sistem kemiliteran tentu keduanya sudah melakukan persiapan matang. Ada perbatasan dan aturan umum yang sudah disepakati keduanya, agar tidak terjadi masalah baru dari perselisihannya. Untuk masuk ke korea selatan memang seperti masuk negara lain pada umumnya. Wisatawan bisa bebas berkunjung dari dan ke manapun. Namun di korea utara kalian bisa cari tahu lebih dahulu apa saja...
  • Ibu dan Anak Yang Terpisah Karena Perang Korea – Seperti yang anda ketahui Korea memiliki permasalahan yang sampai sekarang belum terselesaikan. Kedua wilayah terpisah karena masalah politik dan ideologi yang berbeda di keduanya. Sudah bukan rahasia, perang Korea sudah menjadi berita hangat setiap harinya. Selalu memanas dikeduanya, padahal masalah sudah cukup lama. Ada banyak negara lainnya yang ikut partisipasi dalam urusan masalah tersebut. Banyak yang bilang negara maju ada yang menunggangi salah satu wilayah tersebut untuk mengambil keuntungan dari perselisihan keduanya. Ibu dan Anak Yang Terpisah Karena Perang Korea Dari perselisihan tersebut tentu yang dirugikan adalah masyarakatnya. Yang seharusnya menikmati negara yang maju, bagian Utara harus merasakan hidup secara pas-pasan dengan aturan yang sangat ketat tidak ada kebebasan berpendapat seperti masyarakat di negara lainnya. Bukan hanya berpendapat, Penduduk di negara korea bagian utara juga banyak di batasi kebebasannya dalam hal hiburan seperti bermain Judi Online yang biasa member https://1388sports.com mainkan setiap hari seperti Slot Online, Poker Online, dan lain lain. Memang aturan tersebut hanya ada di salah satu wilayah Korea yaitu Utara. Karena perselisihan tersebut ada kisah ibu dan anak yang terpisah hampir 70 tahun lamanya karena perang Korea. Kisahnya ini berawal saat perang Korea pada tahun 1950. Sang ibu yang bernama Lee Keum Som terpisah dengan sang anak yang bernama Sang Chol saat usianya masih 4 tahun. Saat peperangan tersebut ia, sang suami, dan kedua anaknya melarikan diri dari Provinsi Hamgyong Selatan yang sekarang provinsi tersebut menjadi dibawah kekuasaan Korea Utara. Saat pelarian tersebut Lee dan anak perempuannya terpisah dengan sang suami dan Sang Chol. Lee dan anak perempuannya berhasil melintasi perbatasan Korsel dan Korut, sedangkan suaminya dan anak lelakinya masih berada di Korea Utara. Dampak Dari Perpecahan Korea Sebenarnya tidak hanya mereka saja yang terpisah dengan keluarga saat perang tersebut. Ada banyak puluhan ribu pengungsi yang kehilangan keluarganya...
  • Fakta – Fakta Historis Perang Korea Pada Tahun 1950 – Siapa yang tidak kenal dengan negara korea selatan yang dimana banyak boyband dan girlbandnya yang telah mendunia, dan siapa yang tidak kenal juga dengan korea utara yang dimana terkenal dengan pemimpinya yang bernama Kim Jong-un terkenal dengan ketegasannya. Apakah kalian tahu bahwa diantara kedua negara itu sering terjadi ketegangan diantara pemerintahnya, Pada tanggal 25 juni 1950 terjadi perang korea yang bergemuruh yang menggemparkan dunia. Dan gencatan senjata pada tanggal 27 juli 1953 yang menjadi saksi walaupun dulu mereka bersahabat sekarang saling membunuh sesama saudara, Kehancuran dahsyat yang diakibatkan tiga tahun pertempuran tanpa henti antara Korea Utara yang didukung negara-negara komunis seperti Republik Rakyat Tiongkok dan Uni Soviet, melawan Korea Selatan yang didukung negara-negara demokrasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Fakta – Fakta Historis Perang Korea Pada Tahun 1950 Kalian harus tahu fakta – fakta historis perang antara korea selatan dan korea utara tada tahun 1950: Pertempuran pesawat bermesin jet pertama di dunia Sekitar 7.000 Prajurit AS hilang di pertempuran AS hampir menggunakan nuklir dalam Perang Korea Uni Soviet membantu Korea Utara secara tidak langsung Kongres Amerika Serikat tidak pernah menyatakan perang kepada Korea Utara Setelah 68 tahun berperang akhirnya Perang Korea selesai pada tahun 2018 Pemerintah Korea Selatan sengaja menyediakan wanita penghibur untuk tentaranya Gencatan senjata tanpa perjanjian damai Amerika serikat mudur pada perang korea pada tahun 1953 setelah berhentinya gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran tersebut. Tetapi itu tidak berarti mengakhiri perang itu sendiri. Hampir 70 tahun setelah dimulai, Perang Korea secara teknis masih berlangsung. China, Korea Utara, dan Amerika Serikat semuanya menandatangani gencatan senjata, tetapi Korea Selatan yang berniat menyatukan kembali kedua Korea masih berlangsung. Konferensi perdamaian 1954 yang gagal di Jenewa, Swiss, tidak menghasilkan perjanjian damai. Namun di tahun 2018 korea selatan dan korea...